بسم اللّه الرّحمن الرّحيم
NAMA :
MARJUKI
NPM :
1331030016
PRODI : ILMU AL-QUR’AN
& TAFSIR
SEMESTER : 2
ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ ۛ
فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
A. ذالك
Menurut
Mohammad Nasib Ar- Rifa’i dalam buku
Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir jilid 1, Kata ذلك (dzalika) arti sebenarnya adalah
"itulah" akan tetapi disini diartikan sama dengan هذا Hadza yakni
inilah. Pemindahan arti ini diambil dari isyarat yang menggunakan huruf Lam
yang menunjukkan jarak yang lebih jauh, untuk memberikan makna betapa tingginya
kedudukan dan derajat al-Qur'an ini.
Menurut
M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah jilid 1, kata ذالك
diartikan sebagai “itulah”, karena Al-Qur’an memiliki kedudukan yang tinggi, sangat jauh dari jangkauan makhluk, karena Al-qur’an bersumber dari Allah swt.
diartikan sebagai “itulah”, karena Al-Qur’an memiliki kedudukan yang tinggi, sangat jauh dari jangkauan makhluk, karena Al-qur’an bersumber dari Allah swt.
B. الكتاب
Menurut Mohammad Nasib Ar- Rifa’i dalam buku Ringkasan Tafsir
Ibnu Katsir jilid 1, Kata
الكتاب maksud nya adalah al-Qur'an. Bukan Injil, bukanTaurat dan
bukan yang lain nya.
Menurut
kesepakatan para ulama, Al-Qur’an adalah kalamullah yang memiliki nilai
mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan perantaraan malaikat
Jibril as. yang tertulis pada mushaf yang sampai kepada kita dengan jalan
mutawattir dan membacanya termasuk ibadah. Diawali dengan surat Al-fatihah dan
diakhiri dengan surat An-naas.[1]
C. لا رىب فيه
Menurut Mohammad Nasib Ar- Rifa’i dalam buku Ringkasan Tafsir
Ibnu Katsir jilid 1, Kata لا رىب فيه artinya tidak ada keraguan pada nya, kata
Ar-Raib artinya keraguan. Makna ayat ini adalah bahwa kitab al-Qur'an ini tidak
ada keraguan didalamnya, dalam bentuk apapun, karena ia diturunkan dari sisi
Allah SWT.
Adapun
isi kandungan Al-Qur’an diantaranya: Aqidah, ibadah, akhlak, hukum, peringatan,
sejarah dan dorongan untuk berfikir. [2]
D. هدى للمتقين
Menurut
Mohammad Nasib Ar- Rifa’i dalam buku
Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir jilid 1, Kata هدى للمتقين Hudal lil muttaqin (petunjuk bagi
mereka yang bertakwa) yakni Al-Qur’an ini petunjuk, penjelas, pembimbing bagi
orang yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Dan bisa disebut sebagai cahaya bagi
orang-orang yang brtaqwa. Yaitu orang-orang mukmin yang memelihara diri dari
menyekutukan Allah, dia yang senantiasa mengesakan-Nya, beramal dengan
menaati-Nya, takut terhadap adzab-Nya, senantiasa mengharapkan rahmat-Nya dan
selalu menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan-Nya.
Makna Ayat Sacara Umum
Allah Ta’ala memberitahukan bahwa Al-Qur’an yang di
turunkan kepada Hamba dan Rosul-Nya ini, merupakan kitab yang agung, tak
mengandung keraguan maupun kemungkinan antara ia sebagai wahyu Allah Ta’ala atau tidak. Alasannya adalah karena
kemukjizatannya yang besar dan kandungan hidayah serta cahaya bagi orang-orang
yang beriman dan brtaqwa, yang dengan iman dan taqwa itu mereka mampu menerangi
jalan menuju keselamatan, kebahagiaan dan kesempurnaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar