Selasa, 23 Desember 2014

Makalah Ulumul Qur'an Semester 2



بسم اللّه الرّحمن الرّحيم

NAMA            : MARJUKI
NPM               : 1331030016
PRODI             : ILMU AL-QUR’AN & TAFSIR
SEMESTER    : 2

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

A. ذالك
              Menurut Mohammad  Nasib Ar- Rifa’i dalam buku Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir jilid 1, Kata ذلك (dzalika) arti sebenarnya adalah "itulah" akan tetapi disini diartikan sama dengan هذا Hadza yakni inilah. Pemindahan arti ini diambil dari isyarat yang menggunakan huruf Lam yang menunjukkan jarak yang lebih jauh, untuk memberikan makna betapa tingginya kedudukan dan derajat al-Qur'an ini.
              Menurut M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah jilid 1, kata ذالك
diartikan sebagai “itulah”, karena Al-Qur’an memiliki kedudukan yang tinggi, sangat jauh dari jangkauan makhluk, karena Al-qur’an bersumber dari Allah swt.

B. الكتاب 
                  Menurut Mohammad  Nasib Ar- Rifa’i dalam buku Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir jilid 1, Kata الكتاب maksud nya adalah al-Qur'an. Bukan Injil, bukanTaurat dan bukan yang lain nya. 
              Menurut kesepakatan para ulama, Al-Qur’an adalah kalamullah yang memiliki nilai mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan perantaraan malaikat Jibril as. yang tertulis pada mushaf yang sampai kepada kita dengan jalan mutawattir dan membacanya termasuk ibadah. Diawali dengan surat Al-fatihah dan diakhiri dengan surat An-naas.[1]
C. لا رىب فيه
               Menurut Mohammad  Nasib Ar- Rifa’i dalam buku Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir jilid 1, Kata لا رىب فيه  artinya tidak ada keraguan pada nya, kata Ar-Raib artinya keraguan. Makna ayat ini adalah bahwa kitab al-Qur'an ini tidak ada keraguan didalamnya, dalam bentuk apapun, karena ia diturunkan dari sisi Allah SWT.
              Adapun isi kandungan Al-Qur’an diantaranya: Aqidah, ibadah, akhlak, hukum, peringatan, sejarah dan dorongan untuk berfikir.      [2]

D. هدى للمتقين
              Menurut Mohammad  Nasib Ar- Rifa’i dalam buku Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir jilid 1, Kata هدى للمتقين Hudal lil muttaqin (petunjuk bagi mereka yang bertakwa) yakni Al-Qur’an ini petunjuk, penjelas, pembimbing bagi orang yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Dan bisa disebut sebagai cahaya bagi orang-orang yang brtaqwa. Yaitu orang-orang mukmin yang memelihara diri dari menyekutukan Allah, dia yang senantiasa mengesakan-Nya, beramal dengan menaati-Nya, takut terhadap adzab-Nya, senantiasa mengharapkan rahmat-Nya dan selalu menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan-Nya.
           
Makna Ayat Sacara Umum
              Allah Ta’ala memberitahukan bahwa Al-Qur’an yang di turunkan kepada Hamba dan Rosul-Nya ini, merupakan kitab yang agung, tak mengandung keraguan maupun kemungkinan antara ia sebagai wahyu Allah Ta’ala atau tidak. Alasannya adalah karena kemukjizatannya yang besar dan kandungan hidayah serta cahaya bagi orang-orang yang beriman dan brtaqwa, yang dengan iman dan taqwa itu mereka mampu menerangi jalan menuju keselamatan, kebahagiaan dan kesempurnaan.



[1] Muhammad Fadlun. Membuka Pintu Rahmat Dengan membaca Al-Qur’an. Surabaya: Cahaya Agency. Hal.7
[2] www.organisasi.org/1970/01/isi-kandungan-alquran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar