Selasa, 23 Desember 2014

Makalah Al-Qur'an Tidak Ada Keraguan Didalamnya



AL-QUR’AN TIDAK ADA KERAGUAN DIDALAMNYA
Ø  Pengertian Al-Qur’an
Ø  Isi kandungan Al-Qur’an
Ø  Bukti Al-Qur’an bukan di buat-buat oleh Muhammad SAW
Ø  Al-Qur’an Petunjuk Bagi Orang Yang Bertaqwa

A. pengertian Al-Qur’an
1. Pengertian  etimologi (bahasa)
         Menurut Al-Lihyani, Al-Qur’an merupakan kata jadian dari kata dasar qara’a yang berarti membaca.[1] Merujuk firman Allah pada surat Al-Qiyamah ayat 17-18:
¨bÎ) $uZøŠn=tã ¼çmyè÷Hsd ¼çmtR#uäöè%ur ÇÊÐÈ   #sŒÎ*sù çm»tRù&ts% ôìÎ7¨?$$sù ¼çmtR#uäöè% ÇÊÑÈ  
Artinya:
“Sesungguhnya atas tanggungan Kami-lah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu.”

2. Pengertian terminologi (istilah)
         Menurut Manna’ Al-qathan, Al-Qur’an adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. dan membacanya memperoleh pahala.[2]
         Menurut kesepakatan para ulama, Al-Qur’an adalah kalamullah yang memiliki nilai mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan perantaraan malaikat Jibril as. yang tertulis pada mushaf yang sampai kepada kita dengan jalan mutawattir dan membacanya termasuk ibadah. Diawali dengan surat Al-fatihah dan diakhiri dengan surat An-naas.[3]

B. Isi Kandungan Al-Qur’an
1.   Aqidah
Aqidah adalah ilmu yang mengajarkan manusia mengenai kepercayaan yang pasti wajib dimiliki oleh setiap orang di dunia. Alquran mengajarkan akidah tauhid kepada kita yaitu menanamkan keyakinan terhadap Allah SWT yang satu yang tidak pernah tidur dan tidak beranak-pinak. Percaya kepada Allah SWT adalah salah satu butir rukun iman yang pertama. Orang yang tidak percaya terhadap rukun iman disebut sebagai orang-orang kafir.
2.   Ibadah
Ibadah adalah taat, tunduk, ikut atau nurut dari segi bahasa. Dari pengertian "fuqaha" ibadah adalah segala bentuk ketaatan yang dijalankan atau dkerjakan untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT. Bentuk ibadah dasar dalam ajaran agama islam yakni seperti yang tercantum dalam lima butir rukum islam. Mengucapkan dua kalimah syahadat, sholat lima waktu, membayar zakat, puasa di bulan suci ramadhan dan beribadah pergi haji bagi yang telah mampu menjalankannya.
3.   Akhlak
Akhlak adalah perilaku yang dimiliki oleh manusia, baik akhlak yang terpuji atau akhlakul karimah maupun yang tercela atau akhlakul madzmumah. Allah SWT mengutus Nabi Muhammd SAW tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbaiki akhlaq. Setiap manusia harus mengikuti apa yang diperintahkanNya dan menjauhi laranganNya.
4.   Hukum
Hukum yang ada di Al-quran adalah memberi suruhan atau perintah kepada orang yang beriman untuk mengadili dan memberikan penjatuhan hukuman hukum pada sesama manusia yang terbukti bersalah. Hukum dalam islam berdasarkan Alqur'an ada beberapa jenis atau macam seperti jinayat, mu'amalat, munakahat, faraidh dan jihad.
5.   Tadzkir atau peringatan
Tadzkir atau peringatan adalah sesuatu yang memberi peringatan kepada manusia akan ancaman Allah SWT berupa siksa neraka atau waa'id. Tadzkir juga bisa berupa kabar gembira bagi orang-orang yang beriman kepadaNya dengan balasan berupa nikmat surga jannah atau waa'ad. Di samping itu ada pula gambaran yang menyenangkan di dalam alquran atau disebut juga targhib dan kebalikannya gambarang yang menakutkan dengan istilah lainnya tarhib
6.   Sejarah
Sejarah atau kisah adalah cerita mengenai orang-orang yang terdahulu baik yang mendapatkan kejayaan akibat taat kepada Allah SWT serta ada juga yang mengalami kebinasaan akibat tidak taat atau ingkar terhadap Allah SWT. Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari sebaiknya kita mengambil pelajaran yang baik-baik dari sejarah masa lalu atau dengan istilah lain ikibar.
7.   Dorongan untuk berfikir
Di dalam al-qur'an banyak ayat-ayat yang mengulas suatu bahasan yang memerlukan pemikiran menusia untuk mendapatkan manfaat dan juga membuktikan kebenarannya, terutama mengenai alam semesta.

C. Bukti Al-Qur’an bukan di buat-buat oleh Muhammad SAW
1. Gaya bahasa
Gaya bahasa dalam Al-Qur’an sangat berbeda dengan gaya bahasa Muhammad. Jika kita merujuk kepada buku-buku hadits yang menghimpun sabda-sabdanya, kemudian kita perbandingkan dengan Al-Qur’an, kita akan melihat perbedaan yang jelas, baik dalam ekspresi, tema, dan lain-lain.
2. Eksistensi ketuhanan
Ketika membaca buku-buku hadits, kita akan menemukan dan merasakan eksistensi kemanusiaan, adanya ego yang takut dan lemah di hadapan Tuhan. Sedangkan saat membaca Al-Qur’an, kita akan menemukan betapa Tuhan sedang menunjukkan ego-Nya yang Maha Perkasa, Maha Adil, Maha Bijaksana, Maha Pencipta, Maha Kasih, dan kasih-Nya.tidak.membuat-Nya.lemah.
2.   Muhammad buta aksara
Bagaimana mungkin seorang yang buta huruf mampu membuat Al-Qur’an dengan kemukjizatan bahasa yang tidak tertandingi dan satu-satunya? Memuat hukum yang begitu komprehensif, meliputi social, ekonomi, agama, politik, dan banyak lagi aspek yang lain.
3.    Visi Al-Qur’an yang melampaui akal manusia
Jika visi Al-Qur’an tentang kosmos, kehidupan, pola pikir, interaksi, perang, pernikahan, ibadah ritual, ekonomi dan visi lainnya yang sangat kompleks, komprehensif dan solid itu benar-benar buatan Muhammad, berarti Muhammad bukanlah seorang manusia
Aturan dan hukum yang dimuat dalam Al-Qur’an tidak akan pernah mungkin dibuat meski oleh banyak tim yang diisi oleh manusia-manusia yang memiliki kecerdasan tingkat tinggi dan ahli di bidang masing-masing.
Al-Qur’an sendiri telah mengeluarkan tantangan yang telah berusia 15 abad. Tantangan untuk mencipta satu surat seperti yang ada dalam Al-Qur’an. Hingga hari ini, tantangan itu belum terjawab.

4.    Klaim dari tuhan
Jika memang Muhammad yang mencipta Al-Qur’an, mengapa kemudian Muhammad menisbatkannya kepada selain dirinya (Tuhan)? Al-Qur’an sudah jelas-jelas merupakan sebuah karya sastra dan kreasi yang amat sangat luar biasa. Jika memang kitab itu buatan Muhammad, berarti Muhammad telah menobatkan diri sebagai manusia luar biasa yang tanpa tandingan. Tapi mengapa Muhammad menolak meraih kehormatan itu? Apa sebenarnya yang mendasari keengganan Muhammad untuk mengakui Al-Qur’an itu sebagai kreasinya sendiri?
5.    Ilmu pengetahuan modern dalam Al-Qur’an
Di dalam Al-Qur’an juga terdapat kemukjizatan ilmiah tentang kosmos (alam semesta), kedokteran, matematika, dan lainnya. Terdapat puluhan, bahkan ratusan ayat yang membahasnya. Rasionalkah jika Muhammad yang tidak pernah mengeyam pendidikan ini, telah menciptakan kitab pengetahuan itu?
6.    Krtik terhadap Muhammad SAW
Dalam Al-Qur’an banyak dijumpai kritik terhadap Muhammad. Misalnya dalam surat ‘Abasa (Yang Bermuka Masam). Dalam surat itu, Tuhan menegur Muhammad karena lebih memperdulikan untuk berbincang dengan bangsawan daripada berbincang dengan seorang sahabat yang buta.
Dalam surat At-Tahrim ayat 1, Tuhan menegur Muhammad karena telah mengharamkan apa yang sebenarnya halal baginya.
Kritik-kritik tersebut, dan masih banyak lagi kritik lainnya, akan membuat akal sehat sulit untuk menerima kenyataan bahwa Muhammad-lah yang menulis, kemudian mengabadikan aib-aibnya sendiri dalam Al-Qur’an.

D. Al-Qur’an Petunjuk Bagi Orang Yang Bertaqwa
         Al-Qur’an adalah  petunjuk, penjelas, pembimbing bagi orang yang bertakwa kepada Allah SWT. Dan bisa disebut sebagai cahaya bagi orang-orang yang brtaqwa. Yaitu orang-orang mukmin yang memelihara diri dari menyekutukan Allah, dia yang senantiasa mengesakan-Nya, beramal dengan menaati-Nya, takut terhadap adzab-Nya, senantiasa mengharapkan rahmat-Nya dan selalu menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan-Nya.[4]



[1] Rosihon Anwar. 2008. Ulum Al-Qur’an. Bandung: Pustaka Setia. Cet.1. hlm. 31.
[2] Ibid. Hlm. 33.
[3] Muhammad Fadlun. Membuka Pintu Rahmat Dengan Membaca Al-Qur’an. Surabaya: Cahaya Agency. Hal.7

[4] Mohammad  Nasib Ar- Rifa’i dalam buku Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir jilid 1.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar